Kami Dari Semua : Berikan Saja Yang Terbaik

16 Nov 2011

-

Sebuah komentar di Blog seorang teman yang berprofesi sebagai Fotografer :
” Wow, foto yang Anda hasilkan keren sekali, apa perangkat lunak yang membantu Anda membuat foto-foto yang Anda ambil jadi keren seperti ini ? “

Anda da Bridge, Shoreditch, E2

Image by Ewan-M via Flickr

Sulit untuk mendapatkan ‘makna sesungguhnya’ dari pesan yang dia baca, itulah yang ada dibenak teman tersebut. Sungguh sebuah pujian kah ? atau hanya sindiran. Karena seperti kebanyakan orang tahu, saat ini begitu banyak kemudahan yang disediakan oleh teknologi pengolah gambar untuk menghasilkan foto-foto yangmenakjubkan yang bahkan dapat dihasilkan oleh orang-orang seperti kita yang tidak mengenal fotografi bahkan mungkin tidak pernah mengambil gambar menggunakan kamera.

Bagi seorang fotografer kemampuan menghadirkan gambar-gambar ‘menakjubkan’ melalui kamera kemudian mencetaknya diatas kertas foto atau menampilkannya diatas berbagai media tanpa proses manipulasi menggunakan software pembantu, menjadi salah satu poin penilaian untuk mendapatkan pengakuan keahliaan dibidangnnya.

Sehingga mana kala dalam sebuah pujian ‘terselip’ pertanyaan / pernyataan seperti yang ditemukan dalam pesan diatas, maka pesan itu dapat diartikan berbeda olehnya. Pujian tersebut lebih terasa seperti sindiran baginya, terlebih bila foto yang dihadirkan murni terlahir dari kerja kerasnya untuk mendapatkan objek yang menarik dibarengi dengan keahlian menangkap moment serta keahlian-keahlian teknis lainnya dari seorang fotografer handal.

Memang tak selamanya hasil kerja yang baik selalu mendapatkanpujian dan penghargaan.

Selalu akan ada kritik, celaan, komentar ketidakpuasan atau sekedar permintaan untuk sedikit lebih kreatif / menyempurnakan hasil kerja yang bisa membuat kita kehilangan gairah kerja bahkan merasakan kekecewaan.

Sebenarnya perasaan seperti itu tidak perlu hadir bila dalam melaksanakan tiap pekerjaan / aktifitas kita selalu berpegang pada perinsip’Melakukan Yang Terbaik Adalah Penghargaan Yang Tertinggi‘, karena pemberi

yang “paling jujur” atas pekerjaan yang kita lakukan adalah diri kita sendiri. Dengan memberikan yang terbaik dari yang kita miliki dalam tiap-tiap pekerjaan berarti kita telah memberikan penghargaan tertinggi kepada diri kita. Dengan demikian, nantinya tiap-tiap pujian tidak menjadi lagu yang me-nina bobok-kan sehingga merasa cukup dan berhenti dari upaya untuk terus meningkatkan mutu pekerjaan juga segala cacian justru akan terdengar bagai genderang penyemangat untuk melakukan pertempuran yang lebih dahsyat sehingga menggapai kemenangan yang gemilang dalam pekerjaan.

Selamat berkarya

Karena pemberi penghargaan yang paling jujur atas pekerjaan yang kita lakukan adalah diri kita sendiri maka ‘Melakukan Yang Terbaik Adalah Penghargaan Yang Tertinggi’

Note :
Bisa jadi kita sudah melakukan beberapa hal yang menghambat untuk mendapatkan ‘Penghargaan’ dalam pekerjaan, bila :

  • Kita berbicara terlalu banyak tetapi terlalu sedikit bekerja
  • Kita terlalu sering membanding-bandingkan pekerjaan yang sedang kita lakukan dengan pekerjaan yang telah diselesaikan orang lain ( menyebabkan keragu-raguan )
  • Kita mengira bahwa hasil yang ’sempurna’ tetap akan datang walau melaksanakan suatu pekerjaan tidak dengan sungguh-sungguh
  • Kita terlalu sering mengeluh tentang minimnya peralatan pendukung kerja yang disediakan untuk kita
  • Kita menjadikan Uang sebagai Inspirator utama dalam melaksanakan pekerjaan

Tulisan yang berkaitan dengan bacaan diatas dalam BlogKami Dari Semua

  1. Luangkan Waktu Untuk AktifitasKreatif
  2. Blogwalking Petualangan SangBlogwalker
  3. Kami Dari Semua : My unprofessional Opinion By Mutua Matheka onWordPress
-


TAGS


-

Author

Follow Me